Beranda | Artikel
Dua Kunci Agar Hati Tetap Teguh dalam Iman – Syaikh Muhammad bin Abdullah Al Mayuf #nasehatulama
21 jam lalu

Ini juga, wahai Ahmad, menunjukkan bahwa amal saleh merupakan salah satu sebab keteguhan.“…Andai mereka menjalankan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS. An-Nisa: 66). Inilah sebab-sebab keteguhan, taufik, dan kelurusan (sikap).

(Dalam hadis qudsi): “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan kepadanya.”

Ini adalah tingkatan orang-orang yang mencukupkan diri dengan yang wajib. “Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya…” “Apabila Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan kakinya.” (HR. Bukhari, disampaikan Syaikh secara makna).

Inilah tingkatan orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) dan orang-orang yang berlomba dalam kebaikan. Semoga Allah menjadikan kita dan kalian termasuk golongan ini. Perhatikan, apabila seseorang menunaikan kewajiban dan memperbanyak amalan sunah, Allah akan meluruskan langkahnya dan memberinya taufik.

Pendengarannya tidak mendengar kecuali yang baik, dan penglihatannya tidak melihat kecuali yang baik. Tangannya tidak melakukan kecuali yang baik, dan kakinya tidak melangkah kecuali menuju kebaikan. Semua itu sebabnya adalah amal saleh.

Para ulama berkata: satu kebaikan melahirkan kebaikan berikutnya. Kebaikan seakan berkata kepada kebaikan lain, “Kemarilah, wahai saudariku.”

“Adapun orang yang memberi, bertakwa, dan membenarkan adanya pahala terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail: 5-7). “Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka, dan memberi ketakwaannya.” (QS. Muhammad: 17).

Ayat-ayat ini menjadi dalil atas perkara besar ini, bahwa amal saleh adalah sebab keteguhan. Apabila ditanya tentang keteguhan dan sebab-sebabnya, maka di antara sebab terbesar—tanpa ragu—adalah doa.

Berdoa kepada Allah agar diberi keteguhan:
“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad). Doa ini termasuk doa yang paling sering dipanjatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

=====

وَفِيهِ أَيْضًا يَا أَحْمَدُ أَنَّ الْأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ سَبَبٌ مِنْ أَسْبَابِ الثَّبَاتِ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا أَسْبَابِ الثَّبَاتِ وَأَسْبَابِ التَّوْفِيقِ وَأَسْبَابِ السَّدَادِ

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ

وَهَذِهِ دَرَجَةُ المُقْتَصِدِينَ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَيَدَهُ رِجْلَاهُ الْحَدِيثَ

وَهَذِهِ دَرَجَةُ الْمُقَرَّبِيْنَ السَّابِقِيْنَ نَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْهُمْ انْظُرُوا كَيْفَ إِذَا أَكْثَرَ مِنَ النَّوَافِلِ أَدَّى الْفَرَائِضَ وَأَكْثَرَ مِنْ نَوَافِلَ سَدَّدَهُ اللَّهُ وَفَّقَهُ اللَّهُ

بِسَمْعِهِ فَلَا يَسْمَعُ إِلَّا خَيْرًا بَصَرَهُ لَا يَرَى إِلَّا مَا فِيهِ خَيْرٌ يَدَهُ لَا يَعْمَلُ إِلَّا خَيْرًا رِجْلَهُ لَا يَمْشِي إِلَّا إِلَى خَيْرٍ وَسَبَبُ ذَلِكَ الْأَعْمَالُ الصَّالِحَةُ

وَالْحَسَنَةُ يَقُولُ الْعُلَمَاءُ تُنْتِجُ الْحَسَنَةَ وَالْحَسَنَةُ تَقُولُ أُخْتِي أُخْتِي

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

وَالآيَاتُ دَلِيلٌ عَلَى هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ الْكَبِيرَةِ فَإِذَا سُئِلَ عَنِ الثَّبَاتِ وَأَسْبَابِهِ قِيلَ مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ لَا شَكَّ بِالدُّعَاءِ

دُعَاءُ اللَّه بِالثَّبَاتِ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ وَكَانَ هَذَا مِنْ أَكْثَرِ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Artikel asli: https://nasehat.net/dua-kunci-agar-hati-tetap-teguh-dalam-iman-syaikh-muhammad-bin-abdullah-al-mayuf-nasehatulama/